Teori KAIZEN

Kaizen istilah Jepang yang berarti “perbaikan terus-menerus” dengan melakukan hal-hal kecil yang lebih baik dan menetapkan dan mencapai standar yang semakin tinggi.Terjemahan yang tepat adalah: Kai = perubahan, Zen = lebih baik.

Ini adalah filosofi Jepang yang awalnya berasal dari budaya Jepang dan praktek manajemen Jepang. Kaizen berfokus pada kualitas yang adalah tujuan dari setiap hari, kualitas hidup yang memerlukan perbaikan secara bertahap dan tak terbatas dan mengejar kesempurnaan.

Kaizen telah menjadi bagian dari teori manajemen Jepang di pertengahan tahun 1980-an dan para konsultan manajemen di Barat dengan cepat mengambil dan menggunakan istilah Kaizen untuk diterapkan dalam praktek manajemen secara luas, yang pada pokoknya Kaizen dianggap milik Jepang dan cenderung membuat perusahaan Jepang menjadi kuat di bidang peningkatan yang terus-menerus dibandingkan yang terus menerus dibandingkan dengan inovasi.

Sebagian besar orang Jepang menurut sifat alamiahnya, atau dengan latihan, memperhatikan perincian. Orang Jepang memiliki rasa akan kewajiban yang kuat untuk bertanggung jawab agar segala sesuatunya berjalan selancar mungkin, apakah itu dalam kehidupan keluarga atau pekerjaan. Itulah sebabnya mengapa Kaizen sangat sukses di Jepang.

10 Prinsip Kaizen (Pendekatan Tradisional)

  1. Katakan tidak untuk status quo, menerapkan metode baru dan menganggap mereka akan bekerja.
  2. Jika ada sesuatu yang salah, memperbaikinya.
  3. Tidak menerima alasan dan membuat sesuatu terjadi.
  4. Meningkatkan segalanya terus menerus.
  5. Memusnahkan yang tua
  6. Jadilah ekonomis. Simpan uang melalui perbaikan kecil dan menghabiskan uang yang disimpan pada perbaikan lebih lanjut.
  7. Memberdayakan semua orang untuk mengambil bagian dalam pemecahan masalah.
  8. Sebelum membuat keputusan, tanyakan “mengapa” lima kali untuk sampai ke akar penyebab.
  9. Dapatkan informasi dan opini dari beberapa orang.
  10. Ingat bahwa perbaikan tidak memiliki batas. Jangan pernah berhenti berusaha untuk meningkatkan.

Gambar

Pada era seperti saat ini banyak sekali organisasi-organisasi modern yang mengimplementasikan teori ini karena sebuah organisasi membutuhkan perbaikan secara terus menerus jika ingin menjadi organisasi yang besar.

Bagaimana dengan organisasi Anda?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s